1. Invetebrata
- Porifera
- Coelenterata
- Platyhelminthes
- Nemathelminthes
- Annelida
- Molusca
- Arthropoda
- Echinodermata
2. Chordata
- Invetebrata
a. Pisces
b. Amphibi
c. Reptil
d. Aves
e. Mamalia
- Diploblastik adalah organisme dalam perkembangan embrionya hanya sampai dua lapisan tubuh ( Fase Blastula ). Contoh : Porifera, Coelenterata
- Triploblastik adalah organisme yang dalam perkembangan embrionya sampai tiga lapisan tubuh ( Fase Grastula ). ---- Triploblastik aselomata adalah organisme yang dalam perkembangan embrionya sampai tiga lapisan dan tidak memiliki rongga tubuh. ----- Triploblastik pseudosemata adalah organisme yang perkembangan embrionya hanya sampai tiga lapisan dan memiliki rongga tubuh semu.
- Anterior adalah bagian atas atau bagian kepala
- Posterior adalah bagian bawah atau bagian ekor
- Ventral adalah bagian depan atau bagian dada
- Dorsal adalah bagian punggung atau belakang
- Lateral adalah bagian samping atau sisi
- Radial Simetris adalah dibagi dua memberikan bentuk yang tidak sama dan ukuran yang berbeda
- Bilateral Simetris adalah dibagi dua bentuk dan ukuran sama
Porifera
1.Ciri - ciri :
- hewan berspons dan berpori - pori tubuhnya
- Diaceaus dan Monoceaus
- Pencernaan makanan di dalam sel atau di dalam sel sebelah dalam
koanosit.
- Ukuran tubuhnya bervariasi, tinggi 90 cm diameter 1 m
- Tubuhnya warna - warni , pucat atau cerah
- Sebagian tubuhnya berbentuk asimetri dan radial simetri
- Ada juga yang menyerupai vas bunga, jambangan, tabung atau
bercabang - cabang seperti tumbuhan
- Tubuhnya tidak tersusun atas jaringan
- Tidak memiliki sistem saraf dan otot
- Sebagian besar hidup di air laut
- Bersel banyak
2. Reproduksi
- Aseksual : pembentukan tunas, gemula ( tunas dalam )
- Seksual : peleburan sel telur dan sperma
3. Tipe saluran air ada tiga, yaitu :
- Askonoid : paling sederhana
- Sikonoid : sederhana
- Leukonoid : yang paling komplit
4. Fungsi bagian tubuh Porifera
- Arkeosit : untuk membentuk sel gamet ( untuk perkembangbiakan )
- Ostia : untuk air masuk
- Oskulum : untuk pengeluaran
- Koanosit : mencerna makan ( lapisan dalam )
- Amuboid/amoebosit : untuk mengedarkan makan yang sudah dicerna-
kan oleh koanosit
- Skleroplas : untuk membentuk spikula ( tulang )
- Porosit : untuk menekan ostia
- Pinakosit : lapisan luar
- Mesoglea : berupa jelly ( lapisan tengah )
- Spongcoel/ Spongosol : rongga tubuh
5. Klasifikasi
1. Kelas Calcarea
- Bahan pembentuk spikula : zat kapur atau kalsium karbonat
- Tipe saluran air : askonoid, sikonoid dan leukonoid
- Contoh : Sycon ciliatum, Leucosolenia dan Clathrina
2. Kelas Hexactinellida
- Bahan pembentuk spikula : silika
- Tipe saluran air : sikonoid
- Contoh : Euplectella aspergillum, Hyalonema
3. Kelas Demospongiae
- Bahan pembentuk spikula : Serabut spongin
- Tipe saluran air : leukonoid
- Contoh : Oscarella, Halichondria, Clina celata, Microciona
4. Kelas Sclerospongiae
- Bahan pembentuk spikula : kalsium karbonat
- Tipe saluran air : askonoid, sikonoid, leukonoid
Coelenterata
1. Ciri - ciri :
- Radial simetris
- Bentuk kehidupannya ada polip dan medusa
- Pada umumnya hidup berkoloni, ada yang soliter ( sendiri )
- Diploblastik
- Belum memilki anus
- Mulutnya untuk makan dan pengeluaran
- Sistem sarafnya seperti berupa jaringan yakni oskulum
2. Reproduksi
- Aseksual : tunas
- Seksual : melayang diair
3. Bentuk kehidupan
- Medusa : melayang di air
- Polip : menempel pada dasar, menyerupai tumbuhan
4. Klasifikasi
1. Hydrozoa
a. Hydra : mulutnya dikelilingi hipostome ( untuk melumpuhkan
mangsa ), soliter, hidup di air tawar, berupa polip, panjang
beberapa milimeter, menempel pada batu- batuan atau tumb
b. Obelia
2. Scyhpozoa
- Aurelia autita
3. Anthozoa
ciri ciri :
- kerongkongan bersekat ( sifonoglifa )
- mulutnya berfungsi untuk majan dan mengeluarkan sisa
metabolisme.
- simbiosisnya mutualisme ( sama sama menguntungkan )
- berkoloni di air laut
- bentuk mirip bunga
- spikula dari zat kapur
a. Mawar laut ( motridium )
b. Koral : spikula dari zat kapur
1. Koral Althol : bentuknya seperti cincin, sehingga ikan ikan
dapat berkumpul, sebai tempat wisata
2. Koral Pantai : menjaga pantai dari hempasan gelombang
3. Koral Barier/ Penghalang : terdapat di tengah laut,
menghalangi jalan kapal dan
merugikan.
4. Ubur - ubur : untuk bahan kosmetik
Perbedaan Obelia dan Aurelia autita
Obelia
- bentuk kehidupan : polip
- sifat alat reproduksi : monoceaus
- pembuahan : eksternal ( pembuahan diluar )
- bentuk polip : tidak bercabang
Aurelia autita
- bentuk kehidupan : polip
- sifat alat reproduksi : diaceaus
- pembuahan : internal ( pembuahan di dalam )
- bentuk polip : tidak bercabang
Platyhelminthes
1.Ciri - ciri :
- Triploblastik aselomata
- Cacing pipih
- Bilateral simetris
- Terdapat lapisan lilin ( kutikula )
- Sistem saraf, berupa tangga api ( karena susunan sel berupa tangga
membujur dari anterior tubuh ke posterior tubuh
- Alat eksresi berupa ciliata, yakni sel api ( Hame Cell ) karena setiap
ciliata eksresi akan bergerak mengeluarkan api
- Sistem pencernaan belum sempurna
- belum memiliki anus
- Pernafasan difusi
- Sifat alat reproduksi hermaprodit ( di dalam tubuh terdapat sel sperma
dan sel telur tetapi tidak bisa membuahi
2. Reproduksi
- Seksual : peleburan sel sperma dan sel telur
- Aseksual : fragmentasi ( membelah ) yakni pemotongan tubuh
3. Klasifikasi
1. Kelas Turbellaria
- hidup bebas di air tawar dan laut
- berciliata
- panjang 50 mm
- banyak dipelihara
Contoh : Planaria
2. Kelas Trematoda ( cacing hisap ) = untuk menghisap sari - sari
makanan dari inangnya (parasit)
Contoh : Fasciola hepatica
Daur Hidup Fasciola hepatica
a. Telur yang dibuahi keluar bersama feses
b. Diluar telur menetas menjadi larva bersilia ( Mirasidium )
dan mencari inang perantara yaitu siput air tawar ( Lymnea)
c. Didalam tubuh siput mirasidium menjadi sporokis( tubuh yang
bulat ) - redia - serkaria ( membentuk ekor )
d. Serkaria keluar dan membentuk metaserkaria ( membungkus
diri ) supaya tahan dari lingkungan yang tidak menguntungkan.
e. Metaserkaria termakan hewan ternak dan tubuh cacing keluar
f. Lalu menuju ke empedu hewan ternak di saluran hati
Daur Hidup Fasciola hepatica
a. Telur yang dibuahi keluar bersama feses
b. Diluar telur menetas menjadi larva bersilia ( Mirasidium )
dan mencari inang perantara yaitu siput air tawar ( Lymnea)
c. Didalam tubuh siput mirasidium menjadi sporokis( tubuh yang
bulat ) - redia - serkaria ( membentuk ekor )
d. Serkaria keluar dan membentuk metaserkaria ( membungkus
diri ) supaya tahan dari lingkungan yang tidak menguntungkan.
e. Metaserkaria termakan hewan ternak dan tubuh cacing keluar
f. Lalu menuju ke empedu hewan ternak di saluran hati
3. Kelas Cestoda ( cacing pita ) = parasit
Contoh : Taenia saginata, Taenia sallium
Daur Hidup Taenia saginata
a. Proglotit tua ( telur) keluar bersama feses
b. Menempel pada rumput, termakan oleh hewan ( sapi/babi )
c. Masuk ke usus hewan telurnya pecah menjadi larva onkosfer
(larva heksakans)
d. Larva onkosfer menembus usus, masuk keperedaran darah
didalam jaringan otot lurik membentuk larva sistiserkus
e. Manusia memakan daging yang mengandung larva sistiserkus
dan yang mana dalam proses pemasakannya tidak matang.
f. Larva sistiserkus berkembang menjadi cacing pita dan dewasa di
usus halus manusia.
Nemathelminthes
1.Ciri - ciri :
- Triploblastik pseudoselomata
- Banyak hidup parasit
- Diaceaus
- Radial simetris
- Cacing gilik ( bentuk tubuhnya bulat dan panjang )
- Perkembangbiakkan internal ( pembuahan didalam tubuh )
- Tidak memilki sistem pernafasan
- Cacing betina lebih besar daripada cacing jantan
- Sistem pencernaan sempurna
-Hidup di air laut
- Tidak memiliki darah
2. Klasifikasi
1. Cacing perut ( Ascaris lumbricoides )
Ciri - ciri :
- panjang 30cm
- keluar melalui mulut, hidung dan anus
- tubuhnya licin
- memiliki tiga bibir, 1 dorsal/ 2 ventrolateral ( antara dada dan
samping )
- menghasilkan 200.000 telur/hari
- lubang kelamin 1/3 ventral tubuh/ anterior depan tubuh
2. Cacing tambang
- Ancylostoma duodenale
- Necator americanus
Ciri - ciri :
- panjang 1 - 1,5 cm
- hidup parasit di usus halus manusia
- menghisap darah sehingga dapat Anemia
- menghasilkan 10.000 - 30.000 telur/hari
- di ujung anterior cacing terdapat mulut
- mulut bercabang terdapat gigi kitin untuk merobek - robek
dinding pembuluh darah dan usus
- memiliki zat anti pembekuan darah/ anti guagulam di liurnya
- banyak dipertambangan
b. Menempel pada rumput, termakan oleh hewan ( sapi/babi )
c. Masuk ke usus hewan telurnya pecah menjadi larva onkosfer
(larva heksakans)
d. Larva onkosfer menembus usus, masuk keperedaran darah
didalam jaringan otot lurik membentuk larva sistiserkus
e. Manusia memakan daging yang mengandung larva sistiserkus
dan yang mana dalam proses pemasakannya tidak matang.
f. Larva sistiserkus berkembang menjadi cacing pita dan dewasa di
usus halus manusia.
Nemathelminthes
1.Ciri - ciri :
- Triploblastik pseudoselomata
- Banyak hidup parasit
- Diaceaus
- Radial simetris
- Cacing gilik ( bentuk tubuhnya bulat dan panjang )
- Perkembangbiakkan internal ( pembuahan didalam tubuh )
- Tidak memilki sistem pernafasan
- Cacing betina lebih besar daripada cacing jantan
- Sistem pencernaan sempurna
-Hidup di air laut
- Tidak memiliki darah
2. Klasifikasi
1. Cacing perut ( Ascaris lumbricoides )
Ciri - ciri :
- panjang 30cm
- keluar melalui mulut, hidung dan anus
- tubuhnya licin
- memiliki tiga bibir, 1 dorsal/ 2 ventrolateral ( antara dada dan
samping )
- menghasilkan 200.000 telur/hari
- lubang kelamin 1/3 ventral tubuh/ anterior depan tubuh
2. Cacing tambang
- Ancylostoma duodenale
- Necator americanus
Ciri - ciri :
- panjang 1 - 1,5 cm
- hidup parasit di usus halus manusia
- menghisap darah sehingga dapat Anemia
- menghasilkan 10.000 - 30.000 telur/hari
- di ujung anterior cacing terdapat mulut
- mulut bercabang terdapat gigi kitin untuk merobek - robek
dinding pembuluh darah dan usus
- memiliki zat anti pembekuan darah/ anti guagulam di liurnya
- banyak dipertambangan